Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 06 Juni 2017

BERHIJABLAH SEBAGAI IDENTITAS SEORANG MUSLIMAH... BERHIJABLAH SELAGI MASIH ADA KESEMPATAN... BERHIJABLAH,KARENA SESUNGGUHNYA KALIAN ITU SANGAT MULIA DAN WANITA MULIA LEBIH BAIK DARI BIDADARI DI SYURGA...


wahai saudariku muslimah...
boleh kalian mendzolimi diri kalian sendiri,menganiaya diri kalian sendiri dengan mengingkari perintahNya tuk berhijab....
-itukah bentuk kasih sayang kalian kepada ortumu khususnya kepada BAPAKMU...?
-itukah bentuk kasih sayang kalian terhadap saudara lelaki kalian?
-itukah bentuk cinta dan kasih sayang kalian kepada SUAMI kalian...?
-itukah bentuk ucapan syukur kepada Alloh ?

taukah kalian dengan enggan berhijab kalian akan menyeret orang2 yang kalian sayangi ke dalam NERAKA ...?

BERHIJABLAH SEBAGAI IDENTITAS SEORANG MUSLIMAH...
BERHIJABLAH SELAGI MASIH ADA KESEMPATAN...
BERHIJABLAH,KARENA SESUNGGUHNYA KALIAN ITU SANGAT MULIA DAN WANITA MULIA LEBIH BAIK DARI BIDADARI DI SYURGA...
Published: By: Abhi Aufa - 22.17.00

Minggu, 25 September 2016

~"Ada 10 Hal Yang Dapat Membuat Saudariku Menjadi Wanita Sempurna."~


» Dengan senyum cantik anda yang membangkitkan rasa cinta dan menebar kasih sayang kepada orang lain..,
» Dengan tutur kata baik mu yang dapat menjalin persahabatan yang dianjurkan syariat dan menghapus semua rasa dengki...,
» Dengan ketulusan derma mu yang dapat membahagiakan orang miskin, menggemb...
irakan orang fakir, dan mengenyangkan orang yang lapar...,
» Dengan duduk manis bersama Al-Qur’an seraya membaca, merenungi makna, mengamalkan kandungannya, bertobat, dan memohon ampun kepada-Nya.,
» Dengan banyak dzikir, memohon ampun, rajin berdoa dan suka memperbaharui tobat......
» Dengan mendidik anak-anak mu untuk mendalami agama, mengajari mereka sunnah dan membimbing mereka kepada hal-hal yang berguna bagi mereka..,
» Ya, dengan rasa malu dan jilbab seperti yang diperintahkan Allah kepada mu sebagai sarana memelihara diri dan kehormatan mu...
» Dengan berteman bersama wanita-wanita yang baik dari kalangan mereka yang mempunyai rasa takut kepada Allah, menyukai pengamalan agama, dan menghormati norma-norma etika...,
» Dengan berbakti kepada kedua orang tua, bersilaturahim, menghormati tetangga dan menjamin anak-anak yatim...,
» Dengan membaca buku-buku yang bermanfaat, menelaah bacaan yang berguna, maka hal itu benar-benar merupakan hal yang amat menyenangkan lagi memberikan informasi yang benar.........
InsyaAllah ^_^
Published: By: Aufa Probiotik - 00.50.00

Jumat, 18 April 2014

(¯`*•.¸✿ RENUGAN MALAM DALAM ISLAMI ,✿¸.•*`¯)


♡♡ Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuhu ♡♡



Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku, yang ia merupakan benteng pelindung bagi urusanku. Perbaikilah duniaku untukku, yang ia menjadi tempat hidupku. Dan perbaikilah akhiratku, yang ia menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah kematian sebagai kebebasan bagiku dari segala kejahatan. (HR Muslim, Al-Nasa’i, dan Al-Thabarani)
==========================================
Hak saudaramu yang paling vital adalah jangan kau menutupi sesuatu yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat.
Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan di mana bagiannya saling menguatkan bagian yang lain.
Barang siapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usiannya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahmi).

Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan.
Terkadang rasa kesepian itu dibutuhkan untuk mengajari kita menghargai indahnya kebersamaan.
Ketidaksempurnaan yang kita miliki adalah sulaman benang rapuh untuk mengikat sesama umat muslim menjadi satu yang kokoh.
Apabila kalian senang Allah ta’ala dan Rasul-Nya mencintai kalian, maka tunaikanlah amanah kalian, dan benarlah jika berbicara, dan bertetanggalah dengan baik kepada tetangga kalian.
Sebelum kita mengeluhkan tentang rasa suatu hidangan, renungkanlah seseorang di luar sana yang tidak punya apa pun untuk dimakan.

Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan sama sekali. Apabila beliau menyukai maka beliau memakannya dan kalau tidak menyukai maka beliau tidak memakannya. (tanpa mencela)
Makanlah, minumlah, berpakaianlah, dan bersedekahlah tanpa berlebihan dan sikap sombong.

Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaknya.
Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan aku lebih senang jika ia berpendapat salah.
Kebanyakan yang memasukkan ke neraka adalah dua lubang, yaitu mulut dan fardji (kemaluan).

Barangsiapa memperbanyak perkataan, maka akan jatuh dirinya. Barangsiapa jatuh dirinya, maka akan banyak dosanya. Barangsiapa banyak dosanya, maka nerakalah tempatnya.
Sedikit berbicara adalah sebuah hikmah yang amat besar. Oleh karena itu, hendaklah kalian banyak diam, karena banyak diam adalah satu ketenangan hidup dan satu faktor yang dapat meringankan dosa.
Bahagia sekali orang – orang yang menahan lidahnya daripada berkata – kata secara berlebih – lebihan dan mendermakan hartanya yang lebih.

Diam adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya. Kebanyakan dosa anak Adam adalah karena lidahnya.
Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih pahit daripada jadam, lebih panas daripada bara, dan lebih tajam daripada tusukan. Sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah ia dengan perkataan yang baik, karena jika tidak tumbuh semuanya niscaya akan tumbuh sebagian.
Barang siapa banyak diam dan tenang dari segala masalah maka dia akan selamat.

Keselamatan manusia itu terletak dalam menjaga lidahnya dan sikapnya terhadap semua orang.
Tiap-tiap tempat ada kata-katanya yang tepat, dan pada setiap kata ada tempatnya yang tepat. Setiap pekerjaan itu ada upahnya, dan
setiap perkataan itu ada jawabannya.

Jaga lidahmu untuk berujar dari petaka, sebab petaka bergantung
pada ucapan.
---------------------------
SubhANNALLAH WAL HAMDULiiLAH WA ALLAHU AKBAR ♥
~"Salam Santun Berbalut Senyum Wa Ukhuwah Islamiyah Fillah"~
Amin Ya' Robbal Alaminn - آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
---------------------------

“ª¤.¸°¸.¤ª““ª¤.¸°¸.¤ª“✴
¸`’•.¸ ✾ Cicin ✾ ¸.•’´
◆○°..» *Ampera *«.¸¸.°○◆
๑۩۝۩ ๑(¯.✾ ✾.¯)๑ ۩۝۩ ๑
Published: By: Abhi Aufa - 00.10.00

DIAM



Dikisahkan bahwa ada seorang lelaki miskin yang mencari nafkahnya hanya dengan mengumpulkan kayu bakar lalu menjualnya di pasar. Hasil yang ia dapatkan hanya cukup untuk makan. Bahkan, kadang-kadang tak mencukupi kebutuhannya. Tetapi, ia terkenal sebagai orang yang sabar.

Pada suatu hari, seperti biasanya dia pergi ke hutan untuk mengumpulkan kayu bakar. Setelah cukup lama dia berhasil mengumpulkan sepikul besar kayu bakar. Ia lalu memikulnya di pundaknya sambil berjalan menuju pasar. Setibanya di pasar ternyata orang-orang sangat ramai dan agak berdesakan. Karena khawatir orang-orang akan terkena ujung kayu yang agak runcing, ia lalu berteriak, “Minggir… minggir! kayu bakar mau lewat!.”

Orang-orang pada minggir memberinya jalan dan agar mereka tidak terkena ujung kayu. Sementara, ia terus berteriak mengingatkan orang. Tiba-tiba lewat seorang bangsawan kaya raya di hadapannya tanpa mempedulikan peringatannya. Kontan saja ia kaget sehingga tak sempat menghindarinya. Akibatnya, ujung kayu bakarnya itu tersangkut di baju bangsawan itu dan merobeknya. Bangsawan itu langsung marah-marah kepadanya, dan tak menghiraukan keadaan si penjual kayu bakar itu. Tak puas dengan itu, ia kemudian menyeret lelaki itu ke hadapan hakim. Ia ingin menuntut ganti rugi atas kerusakan bajunya.

Sesampainya di hadapan hakim, orang kaya itu lalu menceritakan kejadiannya serta maksud kedatangannya menghadap dengan si lelaki itu. Hakim itu lalu berkata, “Mungkin ia tidak sengaja.” Bangsawan itu membantah. Sementara si lelaki itu diam saja seribu bahasa. Setelah mengajukan beberapa kemungkinan yang selalu dibantah oleh bangsawan itu, akhirnya hakim mengajukan pertanyaan kepada lelaki tukang kayu bakar itu. Namun, setiap kali hakim itu bertanya, ia tak menjawab sama sekali, ia tetap diam. Setelah beberapa pertanyaan yang tak dijawab berlalu, sang hakim akhirnya berkata pada bangsawan itu, “Mungkin orang ini bisu, sehingga dia tidak bisa memperingatkanmu ketika di pasar tadi.”

Bangsawan itu agak geram mendengar perkataan hakim itu. Ia lalu berkata, “Tidak mungkin! Ia tidak bisu wahai hakim. Aku mendengarnya berteriak di pasar tadi. Tidak mungkin sekarang ia bisu!” dengan nada sedikit emosi. “Pokoknya saya tetap minta ganti,” lanjutnya.

Dengan tenang sambil tersenyum, sang hakim berkata, “Kalau engkau mendengar teriakannya, mengapa engkau tidak minggir?” Jika ia sudah memperingatkan, berarti ia tidak bersalah. Anda yang kurang memperdulikan peringatannya.”

Mendengar keputusan hakim itu, bangsawan itu hanya bisa diam dan bingung. Ia baru menyadari ucapannya ternyata menjadi bumerang baginya. Akhirnya ia pun pergi. Dan, lelaki tukang kayu bakar itu pun pergi. Ia selamat dari tuduhan dan tuntutan bangsawan itu dengan hanya diam...

Published: By: Abhi Aufa - 00.08.00